Anak kecil mampu terlibat dalam isu mengenai pembangunan berkelanjutan. Minat dan hak mereka harus diakui lebih baik dalam aturan dan kebijakan yang berhubungan dengan pendidikan kelompok anak termuda di Uni Eropa.

Hal ini ditekankan dalam laporan “Taking children seriously — How the EU can invest in early childhood education for a sustainable future,” yang disajikan dalam sebuah seminar di Brussels tanggal 17 Desember 2010.

Badan dibalik laporan ini adalah  European Panel on Sustainable Development (EPSD), sebuah jaringan berbasis penelitian independen antara Universitas Gothenburg, Chalmers, dan Lund.

Pengarang laporan ini mencakup beberapa peneliti dari Chalmers dan Universitas Gothenburg, serta dari berbagai Universitas di Swedia dan Eropa.

Salah satu pengarang laporan adalah profesor Ingrid Pramling Samuelsson dari Universitas Gothenburg, yang juga merupakan presiden dunia organisasi OMEP. Ia berbicara dalam seminar di Brussels dengan judul   ”Early childhood education and sustainable development.”

Anak-anak mampu

Anak kecil lebih mampu bertindak, berpikir, bernalar, dan memahami daripada yang diyakini sebelumnya. Ini adalah penekanan dalam laporan ini, yang memberikan gambaran temuan ilmiah terbaru mengenai minat anak dalam dan kapasitasnya untuk memahami isu sekitar dimensi sosial, ekonomi, dan ekologi pembangunan berkelanjutan.

“Kami ingin menekankan isu pendidikan anak usia dini untuk pembangunan berkelanjutan dan pentingnya Uni Eropa menghadirkan minat dan hak anak dalam bidang ini lebih luas dari sebelumnya. Diharapkan pula penelitian dalam bidang ini diperkuat, karena anak kecil merupakan elemen penting dalam pembangunan berkelanjutan,” kata Bo Samuelsson, ketua EPSD.

Rekomendasi untuk Uni Eropa

EPSD membuat sejumlah rekomendasi bagi Uni Eropa dalam laporan ini. Hal ini mencakup rekomendasi kalau pendidikan dalam pembangunan berkelanjutan dan pendidikan anak usia dini harus merupakan bagian terintegrasi dan esensial bagi pendidikan maupun magang guru pra sekolah.

Rekomendasi lain adalah Uni Eropa harus meningkatkan atau memodifikasi program kerangka yang ada untuk merangsang inovasi lewat mengintegrasikan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dan prasekolah.